
Kegiatan Field Trip atau kunjungan lapangan merupakan salah satu pilar utama dalam pendidikan vokasi, khususnya pada bidang Teknik Lingkungan yang menuntut keseimbangan antara penguasaan teori dan kemampuan aplikatif di lapangan. Bahwasannya, proses pembelajaran tidak dapat berhenti pada pemahaman konseptual di ruang kuliah saja, melainkan juga harus diperkuat dengan observasi terhadap sistem nyata yang beroperasi dan melalani kebutuhan masyarakat.
Dalam konteks tersebut, Mahasiwa/i Program Studi Diploma D3 Teknik Lingkungan Akademi Teknik Tirta Wiyata melaksanakan kunjugan lapangan ke Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Karangpilang, Perumda Air Minum Surya Sembada Kota Surabaya. Sejatinya, kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran kontekstual untuk memahami secara komprehensif sistem penyediaan air minum, mulai dari pengambilan air baku, proses pengolahan, hingga pendistribsian air bersih kepada masyarakat.
Lebih dari itu, kegiatan kunjungan ke IPAM Karangpilang diselengarakan sebagai bagian dari penguatan mata kuliah Sistem Bangunan Pengolahan Air Minum (SISBANGPAM), dengan tujuan agar mahasiswa mampu mengaplikasikan teori yang dipelajari dengan kondisi nyata di lapangan, termasuk tantangan operasional yang dihadapi oleh penyelengara pelayanan air minum. Adapun Field Trip atau Kunjugan lapangan ini juga memiliki tujuan akademik dan profesional yang saling berkorelasi. Secara rinci, tujuannya adalah sebagai berikut:
- Mengamati secara langsung alur proses pengolahan ari minum di IPAM Karangpilang, mulai dari proses penngambilan air baku, hingga air siap didistribusi
- Mempelajari fungsi, desain, dan prinsip kerja unit-unit bangunan pengolahan air minum di IPAM Karangpilang
- Memahami peran strategis IPAM Karangpilang dalam menjamin ketersediaan air bersih bagi masyarakat di Kota Surabaya
- Mengidentifikasi kendala teknis dan tantangan operasional dalam pengolahan air baku Sungai Brantas
- Menumbukan sikap profesional, kritis, dan bertanggung jawab sebagai calon tenaga teknis bidang Teknik Lingkungan yang berfokus di bidang penyediaan air minum.
Dinamika Kegiatan
Kegiatan kunjungan lapangan ini dilaksanakan pada Kamis, 11 Desember 2025 dan diikuti oleh 34 mahasiswa Program Studi D3 Teknik Lingkungan Akademi Teknik Tirta Wiyata. Dari jumlah tersebut, 23 mahasiswa merupakan penerima Beasiswa PERPAMSI, yaitu mahasiswa yang telah bekerja secara aktif di berbagai Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Indonesia dan kemudian dipercaya oleh institusinya untuk melanjutkan studi vokasi di Akatirta.
Komposisi peserta ini memberikan nilai strategis tersendiri bagi pelaksanaan kunjungan lapangan. Kehadiran mahasiswa yang telah memiliki pengalaman kerja di sektor air minum memperkaya dinamika diskusi selama kegiatan berlangsung. Proses observasi di lapangan tidak hanya menjadi sarana belajar bagi mahasiswa reguler, tetapi juga menjadi ruang pertukaran pengetahuan antara pengalaman praktis di PDAM dengan pendekatan akademik yang dipelajari di bangku kuliah.
Perjalanan menuju Kota Surabaya dimulai pada malam hari pada Rabu, 10 Desember 2025, tepat pukul 22.00 dari Magelang menggunakan transportasi bus. Perjalanan panjang tersebut menjadi bagian dari dinamika kegiatan yang memperkuat kebersamaan antar mahasiswa. Meskipun dilakukan pada malam hari, antusiasme peserta tetap tinggi mengingat kegiatan ini merupakan pengalaman lapangan yang penting dalam proses pembelajaran.
Setibanya di Surabaya pada pagi hari, pada pukul 10.00 pagi, rombongan melakukan persiapan sebelum memasuki area IPAM Karangpilang. Kegiatan diawali dengan sesi pembukaan dan pemaparan profil Perumda Air Minum Surya Sembada Kota Surabaya oleh pihak pengelola.
Selama kunjungan di lokasi IPAM Karangpilang ini , mahasiswa dibagi ke dalam dua kelompok kecil untuk memudahkan observasi dan diskusi. Interaksi langsung dengan praktisi di lapangan memberikan wawasan nyata mengenai tantangan operasional yang sering kali tidak ditemukan dalam pembelajaran teoritis.
Gambaran Umum IPAM Karangpilang
IPAM Karangpilang merupakan salah satu instalasi utama milik Perumda Air Minum Surya Sembada Kota Surabaya yang memanfaatkan air baku dari Sungai Brantas. Sungai ini merupakan sumber air strategis namun memiliki karakteristik kualitas air yang fluktuatif akibat pengaruh musim, aktivitas domestik, pertanian, dan industri di daerah aliran sungai.
Sebagai instalasi berskala besar, IPAM Karangpilang dirancang dengan sistem pengolahan yang terintegrasi dan berkelanjutan. Keandalan instalasi ini sangat menentukan kontinuitas pelayanan air minum bagi jutaan penduduk Surabaya, sehingga aspek operasi dan pemeliharaan menjadi perhatian utama dalam pengelolaannya.
Uraian Teknis Proses Pengolahan Air di IPAM Karangpilang
1. Bangunan Intake dan Karakteristik Air Baku
Proses pengolahan air di IPAM Karangpilang diawali dari bangunan intake yang berfungsi mengambil air baku dari Sungai Brantas. Pada tahap ini dilakukan penyaringan awal menggunakan bar screen untuk menahan material kasar seperti sampah, kayu, dan benda terapung lainnya.
Kualitas air baku Sungai Brantas sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan hulu, sehingga fluktuasi kekeruhan, warna, dan kandungan bahan organik menjadi tantangan utama. Oleh karena itu, pengendalian kualitas air baku dan pemantauan parameter fisik-kimia dilakukan secara rutin.
2. Proses Koagulasi dan Flokulasi
Air baku yang telah melewati tahap penyaringan awal selanjutnya masuk ke proses koagulasi. Pada tahap ini ditambahkan bahan kimia koagulan untuk menetralkan muatan partikel koloid yang tersuspensi dalam air. Proses ini dilanjutkan dengan flokulasi, di mana partikel-partikel kecil bergabung membentuk flok yang lebih besar dan mudah diendapkan. Mahasiswa memperoleh penjelasan langsung mengenai pemilihan jenis koagulan, pengaturan dosis, serta pengaruhnya terhadap efisiensi proses pengolahan air.
3. Proses Sedimentasi
Flok yang terbentuk kemudian dialirkan ke unit sedimentasi untuk dipisahkan dari air melalui proses pengendapan. Desain bak sedimentasi, waktu tinggal hidraulik, dan kecepatan aliran menjadi faktor penting dalam efektivitas proses ini. Pada unit ini, mahasiswa dapat mengamati secara langsung proses pengendapan flok serta sistem pengelolaan lumpur hasil sedimentasi.
4. Proses Filtrasi
Air hasil sedimentasi selanjutnya melewati unit filtrasi untuk menghilangkan sisa partikel halus yang masih tersuspensi. IPAM Karangpilang menerapkan sistem filtrasi dengan media tertentu yang dirancang untuk mencapai efisiensi penyisihan optimal. Mahasiswa juga mendapatkan penjelasan mengenai proses backwashing sebagai bagian dari pemeliharaan unit filter.
5. Desinfeksi, Reservoir, dan Distribusi
Tahap akhir pengolahan air adalah proses desinfeksi yang bertujuan untuk membunuh mikroorganisme patogen. Air yang telah memenuhi standar kualitas kemudian disalurkan ke reservoir sebelum didistribusikan kepada pelanggan. Tahap ini menegaskan pentingnya pengendalian kualitas air secara berkelanjutan demi menjaga keamanan air minum hingga ke konsumen.
Akhir Kata
Kunjungan ke IPAM Karangpilang memberikan pemahaman yang utuh mengenai kompleksitas sistem penyediaan air minum di wilayah perkotaan. Mahasiswa tidak hanya mempelajari teknologi pengolahan air, tetapi juga memahami aspek manajerial, keberlanjutan, dan tanggung jawab pelayanan publik. Pengalaman ini diharapkan mampu membentuk pola pikir profesional mahasiswa Teknik Lingkungan serta menjadi bekal awal untuk berkontribusi aktif dalam pengelolaan sumber daya air di Indonesia.
Lebih dari itu, kunjungan lapangan ke IPAM Karangpilang Perumda Air Minum Surya Sembada Kota Surabaya merupakan kegiatan akademik yang strategis dan aplikatif. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman nyata mengenai sistem pengolahan air minum yang berperan vital dalam kehidupan masyarakat.
Akhirnya, kegiatan ini tidak hanya memperkaya wawasan teknis, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya peran tenaga Teknik Lingkungan dalam menjamin ketersediaan air bersih yang aman, berkelanjutan, dan berkeadilan bagi masyarakat.
WEMORSA | Kunjungan Lapangan | Surabaya, 11 Desember 2025