WEMORSA Logo WEMORSA
WEMORSA • WATER KNOWLEDGE

RIVER RAW WATER
EDUCATION

Memahami sungai sebagai sumber air baku melalui ilmu hidrologi, kualitas air, lingkungan, dan pengelolaan sumber daya air.

MENGENAL. MEMAHAMI. MELINDUNGI. MENGELOLA.
01RIVER
KNOWLEDGE
TENTANG PUSAT EDUKASI

Sungai adalah salah satu sumber kehidupan dan sumber air baku.

Sungai merupakan bagian dari sumber daya air permukaan yang berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber air baku untuk penyediaan air minum. Potensi tersebut perlu dipahami melalui kajian kuantitas, kualitas, kontinuitas, kondisi daerah aliran sungai, serta risiko lingkungan.

WEMORSA River Raw Water Education menghadirkan ruang belajar yang berfokus pada sungai sejak karakteristik alami daerah aliran sungai hingga titik pengambilan air baku (intake). Pembahasan diarahkan pada pemahaman ilmiah dan pengelolaan sumber air yang bertanggung jawab.

R
BATAS PEMBAHASAN

Fokus pada sungai sebagai sumber air baku.

Materi mencakup DAS, hidrologi, debit, kualitas air, pencemaran, sedimentasi, potensi pemanfaatan, bangunan intake, risiko, dan perlindungan sungai. Pembahasan berakhir pada proses pengambilan air baku dari sungai.

RIVER → RAW WATER INTAKE
KURIKULUM PEMBELAJARAN

10 Pilar Pengetahuan Sungai

Susunan materi dari pemahaman dasar hingga perlindungan sungai sebagai sumber air baku.

01

Fundamental Sumber Air Sungai

Memahami pengertian sungai sebagai sumber air permukaan, karakteristik aliran, serta bagian-bagian sungai dari hulu hingga hilir.

LIHAT CAKUPAN MATERI +
  • Pengertian dan karakteristik sungai
  • Air permukaan sebagai sumber air baku
  • Zona hulu, tengah, dan hilir
  • Fungsi ekologis dan sosial sungai
PELAJARI LEBIH LANJUT
02

Daerah Aliran Sungai (DAS)

Mempelajari wilayah tangkapan air yang mengalirkan limpasan menuju sungai dan pengaruh aktivitas di dalam DAS terhadap kondisi sungai.

LIHAT CAKUPAN MATERI +
  • Pengertian dan batas DAS
  • Siklus hidrologi dan limpasan
  • Tutupan serta penggunaan lahan
  • Pengaruh kawasan hulu terhadap sungai
PELAJARI LEBIH LANJUT
03

Hidrologi dan Ketersediaan Air Sungai

Menganalisis kuantitas air sungai melalui debit, kecepatan aliran, penampang, tinggi muka air, dan perubahan musiman.

LIHAT CAKUPAN MATERI +
  • Debit dan kecepatan aliran
  • Luas penampang basah
  • Muka air dan variasi musim
  • Debit minimum, maksimum, dan andalan
PELAJARI LEBIH LANJUT
04

Karakteristik dan Kualitas Air Sungai

Mengenali karakteristik fisik, kimia, dan mikrobiologi air sungai serta cara membaca hasil pemantauan kualitas air baku.

LIHAT CAKUPAN MATERI +
  • Parameter fisik: suhu, warna, kekeruhan, TSS
  • Parameter kimia: pH, DO, BOD, COD
  • Parameter mikrobiologi
  • Pengambilan sampel dan interpretasi data
PELAJARI LEBIH LANJUT
05

Pencemaran dan Kontaminasi Sungai

Mengidentifikasi sumber pencemar dari permukiman, industri, pertanian, peternakan, pertambangan, dan limpasan kawasan terbangun.

LIHAT CAKUPAN MATERI +
  • Sumber pencemar titik dan non-titik
  • Limbah domestik dan industri
  • Limpasan pertanian dan peternakan
  • Dampak pencemaran terhadap air baku
PELAJARI LEBIH LANJUT
06

Sedimentasi dan Dinamika Sungai

Memahami erosi, angkutan sedimen, perubahan morfologi sungai, serta hubungan hujan dan kekeruhan terhadap kondisi air baku.

LIHAT CAKUPAN MATERI +
  • Erosi dan sumber sedimen
  • Sedimen tersuspensi dan dasar
  • Kekeruhan saat hujan
  • Pendangkalan dan perubahan alur sungai
PELAJARI LEBIH LANJUT
07

Pemanfaatan Sungai sebagai Sumber Air Baku

Mengkaji potensi dan kelayakan sungai berdasarkan ketersediaan kuantitas, kualitas, kontinuitas, serta kebutuhan air baku.

LIHAT CAKUPAN MATERI +
  • Identifikasi potensi sumber air
  • Analisis kuantitas dan kualitas
  • Kesesuaian terhadap kebutuhan air baku
  • Neraca ketersediaan dan kebutuhan
PELAJARI LEBIH LANJUT
08

Bangunan Pengambilan Air Sungai (Intake)

Mempelajari fungsi, prinsip, komponen, penempatan, dan pengoperasian bangunan pengambilan air dari sungai.

LIHAT CAKUPAN MATERI +
  • Fungsi dan prinsip bangunan intake
  • Jenis dan komponen intake
  • Pemilihan lokasi pengambilan
  • Operasi, pemeliharaan, dan keselamatan
PELAJARI LEBIH LANJUT
09

Tantangan dan Risiko Sumber Air Sungai

Menilai risiko yang dapat mengganggu keandalan sungai sebagai sumber air baku, baik akibat faktor alam maupun aktivitas manusia.

LIHAT CAKUPAN MATERI +
  • Kekeringan dan penurunan debit
  • Banjir dan lonjakan kekeruhan
  • Pencemaran mendadak
  • Ketidakpastian iklim dan perubahan tata guna lahan
PELAJARI LEBIH LANJUT
10

Perlindungan dan Pengelolaan Sumber Air Sungai

Membangun pemahaman mengenai perlindungan daerah tangkapan, pengendalian pencemaran, dan pemantauan sumber air secara berkelanjutan.

LIHAT CAKUPAN MATERI +
  • Konservasi DAS dan sempadan sungai
  • Perlindungan kawasan sumber air
  • Pemantauan debit dan kualitas
  • Pengelolaan sumber air berkelanjutan
PELAJARI LEBIH LANJUT
01 / KUANTITAS AIR

Memahami debit dan ketersediaan air sungai.

Kuantitas air sungai berubah menurut musim, curah hujan, kondisi DAS, dan karakteristik aliran. Pengukuran debit menjadi dasar untuk memahami ketersediaan air dan menilai keandalan sungai sebagai sumber air baku.

PRINSIP DASAR PERHITUNGAN DEBIT Q = A × V Q = debit (m³/s)  •  A = luas penampang basah (m²)  •  V = kecepatan rata-rata (m/s)
  • Pengukuran luas penampang aliran
  • Pengukuran kecepatan rata-rata
  • Pengamatan perubahan muka air dan musim
  • Analisis debit minimum dan debit andalan
02 / KUALITAS AIR

Membaca kondisi air sungai

Kualitas air perlu dinilai melalui parameter yang terukur. Pengamatan visual saja tidak cukup untuk menyimpulkan kelayakan air sungai sebagai air baku.

A

Parameter Fisik

Karakteristik yang dapat diamati atau diukur secara fisik.

SuhuWarnaKekeruhanTSSTDS
B

Parameter Kimia

Parameter untuk memahami kondisi kimia dan beban pencemar.

pHDOBODCODLogam
C

Parameter Biologi

Indikator biologis dan mikrobiologi yang relevan terhadap pencemaran.

Total coliformE. coliBiota air
Catatan ilmiah: penilaian mutu air harus menggunakan hasil pengujian laboratorium atau pengukuran lapangan dengan metode yang sesuai. Interpretasi wajib mempertimbangkan tujuan pemanfaatan dan ketentuan baku mutu yang berlaku.
03 / TEKANAN LINGKUNGAN

Ancaman terhadap kualitas sumber air

Aktivitas di sepanjang daerah aliran sungai dapat memengaruhi kualitas air melalui pembuangan limbah, limpasan permukaan, erosi, dan perubahan tata guna lahan.

01PermukimanAir limbah domestik dan sampah.
02IndustriBuangan proses dan bahan kimia.
03Pertanian & peternakanPupuk, pestisida, dan limbah organik.
04Perubahan lahanErosi dan peningkatan sedimen.
04 / TITIK PEMANFAATAN

Dari sungai menuju titik pengambilan air baku.

Bangunan pengambilan air (intake) merupakan prasarana untuk mengambil air dari badan sungai. Lokasi dan desainnya perlu mempertimbangkan debit, kedalaman, perubahan muka air, kondisi dasar sungai, sedimentasi, kualitas air, akses operasi, serta risiko banjir.

  • Lokasi pengambilan dan kondisi hidraulik sungai
  • Fluktuasi muka air dan ketersediaan debit
  • Potensi sampah, sedimen, dan pencemaran
  • Akses inspeksi, operasi, dan pemeliharaan
RIVER→INTAKE
BATAS AKHIR CAKUPAN EDUKASI
05 / KEBERLANJUTAN SUMBER AIR

Melindungi sungai berarti menjaga keandalan air baku.

Pengelolaan sungai tidak berhenti pada pemanfaatan. Perlindungan DAS, pengendalian pencemaran, konservasi sempadan, dan pemantauan berkala merupakan bagian penting dalam menjaga keberlanjutan sumber air.

01Konservasi DAS

Menjaga fungsi kawasan tangkapan dan resapan air.

02Pengendalian pencemaran

Mengurangi sumber pencemar dari kegiatan di sekitar sungai.

03Pemantauan berkala

Mengamati debit, muka air, dan parameter kualitas air.

04Kolaborasi pemangku kepentingan

Mendorong tanggung jawab bersama dalam perlindungan sungai.

LANDASAN PEMBELAJARAN

Berpijak pada ilmu dan regulasi.

Pengembangan materi sebaiknya merujuk pada literatur hidrologi, kualitas air, pengelolaan DAS, serta regulasi sumber daya air dan lingkungan hidup yang berlaku.

  1. Chow, V. T., Maidment, D. R., & Mays, L. W. (1988). Applied Hydrology. McGraw-Hill.
  2. Chapman, D. (Ed.). (1996). Water Quality Assessments: A Guide to the Use of Biota, Sediments and Water in Environmental Monitoring. UNESCO/WHO/UNEP.
  3. World Health Organization. (2022). Guidelines for Drinking-water Quality: Fourth Edition Incorporating the First and Second Addenda.
  4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
  5. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air.
WEMORSA • WATER KNOWLEDGE

Kenali sungainya.
Jaga sumber airnya.

Pengetahuan yang benar menjadi fondasi pengelolaan sumber air baku yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

MULAI BELAJAR ↗