GIS Fundamentals
Memahami fondasi sistem informasi geografis untuk sektor air.
- Konsep GIS dan komponen utamanya
- Koordinat, datum, proyeksi, dan CRS
- Data vektor dan raster
- Pengenalan QGIS dan alur kerja proyek
- Dasar geospasial SPAM
Turning Water Data into Spatial Intelligence. Pelajari bagaimana data lokasi, jaringan perpipaan, aset, topografi, hidraulika, dan informasi operasional diintegrasikan menjadi dasar keputusan yang lebih akurat untuk pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).
GIS bukan sekadar peta digital. Dalam pengelolaan SPAM, GIS menjadi fondasi untuk menghubungkan lokasi aset dengan atribut teknis, kondisi lapangan, topografi, wilayah layanan, dan data operasi. Ketika data tersebut terstruktur dan tervalidasi, pengelola dapat memahami kondisi jaringan secara lebih menyeluruh.
WEMORSA mengarahkan pembelajaran dari penguasaan dasar QGIS dan data spasial menuju integrasi database, pemodelan hidraulika, WebGIS, serta dukungan keputusan investasi dan rehabilitasi jaringan.
Data spasial mengikuti perjalanan air dari sumber hingga pelanggan. Setiap tahap menghasilkan informasi lokasi dan atribut yang dapat dihubungkan dalam satu sistem data.
Arsitektur berjenjang memastikan data lapangan dapat diolah, disimpan, dianalisis, divisualisasikan, dan digunakan untuk mendukung keputusan.
GPS/GNSS, survei lapangan, drone, citra satelit, as-built drawing, dan pengukuran aset.
Pelajari Layer ↗Digitasi, georeferencing, pembersihan data, konversi format, dan standardisasi atribut.
Pelajari Layer ↗Geodatabase, PostGIS, relasi jaringan, identitas aset, CRS, metadata, dan kontrol versi.
Pelajari Layer ↗Analisis jaringan, topografi, hidraulika, wilayah layanan, DMA, dan evaluasi spasial.
Pelajari Layer ↗QGIS, WebGIS, peta tematik, dashboard, laporan, dan visualisasi aset interaktif.
Pelajari Layer ↗Prioritas investasi, rehabilitasi, perluasan layanan, pemeliharaan, dan perencanaan SPAM.
Pelajari Layer ↗Enam domain pembelajaran yang disusun bertahap, dari fondasi GIS hingga penerapan spatial intelligence untuk utilitas air.
Memahami fondasi sistem informasi geografis untuk sektor air.
Menerjemahkan jaringan dan aset SPAM menjadi data spasial yang terstruktur.
Membangun basis data spasial yang konsisten, dapat ditelusuri, dan siap dikembangkan.
Menggunakan analisis spasial untuk memahami kondisi wilayah dan sumber daya air.
Menghubungkan data spasial dengan model jaringan dan analisis hidraulika.
Mengubah data spasial menjadi informasi operasional dan dasar pengambilan keputusan.
Konsep perangkat bantu yang dapat dikembangkan WEMORSA untuk mempercepat pekerjaan teknis dan meningkatkan konsistensi data.
Persiapan data node, junction, reservoir, dan pipa untuk model hidraulika.
Buka Tool ↗Membantu menyusun prioritas intervensi berbasis parameter spasial.
Buka Tool ↗Jalur belajar berjenjang untuk membangun kompetensi yang dapat diterapkan pada proyek dan operasi SPAM.
Digitasi pipa, fasilitas, perlengkapan, dan sambungan pelanggan.
Mulai Belajar ↗Bangun portofolio berbasis persoalan nyata, bukan hanya menguasai perangkat lunak.
Menyusun peta jaringan pipa, valve, hydrant, reservoir, dan sambungan pelanggan.
Lihat Penerapan ↗Menganalisis perubahan elevasi untuk mendukung evaluasi tekanan dan desain jaringan.
Lihat Penerapan ↗Menyiapkan data spasial agar dapat digunakan dalam pemodelan hidraulika.
Lihat Penerapan ↗Memetakan zona DMA, titik inlet, flow meter, pressure logger, dan area layanan.
Lihat Penerapan ↗Mengembangkan peta interaktif aset dan kinerja jaringan untuk kebutuhan operasional.
Lihat Penerapan ↗Gunakan standar dan dokumentasi teknis sebagai rujukan dalam membangun data spasial yang dapat dipertanggungjawabkan.
GIS menjadi fondasi spasial yang menghubungkan berbagai domain pengetahuan dan solusi air bersih.
Mulai bangun kompetensi GIS untuk pemetaan infrastruktur, analisis jaringan, integrasi hidraulika, dan pengembangan sistem informasi air yang terhubung.